



Membangun Mengikuti Kemiringan
Lahan turun hampir enam meter dari jalan ke batas belakang. Alih-alih meratakannya dan kehilangan karakter lahannya, rumah dibagi menjadi tiga level bertingkat sehingga tiap lantai punya halamannya sendiri.
Dinding penahan dijaga seminimal mungkin. Di bagian yang butuh penopang, rumahnya sendiri yang berfungsi sebagai penahan, mengubah apa yang seharusnya menjadi struktur tertimbun menjadi luas lantai yang bisa dipakai.
Dua Keputusan yang Membentuk Rumah
Sebagian besar keinginan dalam brief tercapai lewat dua keputusan yang diambil sejak awal, sebelum satu dinding pun digambar.
Hidup Mengelilingi Pemandangan
Paviliun utama berada di level tengah dengan kaca di dua sisi, menghadirkan lembah di depan keluarga hampir sepanjang hari tanpa membuat rumah terasa seperti rumah kaca.
Kolam yang Mengikuti Lahan
Alih-alih satu dek datar, air kolam mengikuti kemiringan lahan dalam dua level yang terhubung, sehingga berenang dan bersantai masing-masing punya terasnya sendiri, bukan berbagi satu platform yang sesak.
Yang Masuk ke dalam Pembangunan
Pemilihan material dijaga tetap disiplin agar anggaran bisa dialihkan ke bagian lahan yang benar-benar butuh rekayasa struktur.
- Dinding penahan beton cetak yang sekaligus menjadi struktur lantai dasar
- Kaca setinggi penuh pada sisi bangunan yang menghadap lembah
- Teras kolam dua tingkat yang dihubungkan tangga batu
- Cladding kayu lokal untuk melunakkan massa beton dari jalan pendekat
Menghuni Hasilnya
Setahun setelah pindah, keluarga ini masih menghabiskan sebagian besar malam mereka di teras level tengah, ruang yang hampir dicoret dari brief awal karena anggaran.
Kami minta pemandangan. Yang kami dapat adalah rumah yang tidak pernah membiarkan kami lupa sedang tinggal di lereng bukit.
